Jumat, 20 Juli 2012

MENCEGAH DEHIDRASI SAAT BERPUASA RAMADHAN


 Saat berpuasa kita tidak makan dan minum selama 14 jam per hari.  Ada kemungkinan tubuh kekurangan asupan cairan. Jika hal ini terjadi selama sebulan, maka mungkin tubuh kita akan mengalami dehidrasi. Dalam kondisi normal dianjurkan minum minimal delapan gelas per hari, demikian pula saat berpuasa. Waktu makan dan minum yang terbatas mulai saat maghrib hingga imsak harus digunakan sebaik-baiknya agar asupan cairan bagi tubuh tercukupi. Misalnya, saat berbuka minumlah minimal segelas air. Bisa teh manis, es sirup atau minuman lainnya. Setelah shalat maghrib makan nasi atau sumber karbohidrat lain secukupnya. Utamakan menu sayur dan lauknya berkuah bening tanpa santan. Jika ingin kuah bersantan, gunakan santan yang sangat encer. Santan kental lebih banyak mengandung lemak. Sebelum berangkat ke masjid untuk shalat isya’ dan tarawih minum segelas air dan bawalah bekal sebotol air putih ke masjid. Carilah masjid yang agak jauh dari rumah, sehingga perlu berjalan kaki minimal 15 menit . Makin jauh makin baik sehingga lebih mudah haus karena berjalan kaki.

Setiba di masjid minum sebagian air di botol. Selanjutnya minum sedikit-sedikit pada saat mendengarkan khotbah dan sesudah shalat. Lakukan dengan cara tidak mencolok, misalnya, letakkan botol dalam kantung kain dan minum menggunakan sedotan. Tutup botol dengan baik dan pastikan tidak tumpah. Tetap minum meskipun tidak haus dan minumlah lebih banyak pada saat haus.  Saat berjalan pulang hingga sampai di rumah, habiskan air di botol. 

Di rumah, makan buah dan minum air secukupnya. Satu jam sebelum tidur minum segelas susu. Saat sahur  makan dengan sayur berkuah. Setelah sahur minum segelas air. Terakhir, beberapa menit sebelum  imsak minum segelas air. 

Pola di atas hanya contoh. Setiap orang dapat menyesuaikan dengan pola masing-masing. Prinsipnya asalkan dapat memenuhi kebutuhan cairan bagi tubuh. Tidak hanya dengan air putih, asupan cairan bagi tubuh dapat dilengkapi dengan konsumsi buah yang banyak mengandung air.  Buah-buahan seperti timun suri, semangka, melon, blewah, yang selalu banyak pada bulan Ramadhan dapat dimanfaatkan. Juga berbagai jenis buah lainnya yang berkadar air cukup tinggi. Rasanya segar dan juicy. (Titi Surya).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar