Saat berpuasa kita tidak makan dan minum selama 14 jam per hari. Ada kemungkinan tubuh kekurangan asupan
cairan. Jika hal ini terjadi selama sebulan, maka mungkin tubuh kita akan
mengalami dehidrasi. Dalam kondisi normal dianjurkan minum minimal delapan
gelas per hari, demikian pula saat berpuasa. Waktu makan dan minum yang
terbatas mulai saat maghrib hingga imsak harus digunakan sebaik-baiknya agar
asupan cairan bagi tubuh tercukupi. Misalnya, saat berbuka minumlah minimal
segelas air. Bisa teh manis, es sirup atau minuman lainnya. Setelah shalat
maghrib makan nasi atau sumber karbohidrat lain secukupnya. Utamakan menu sayur
dan lauknya berkuah bening tanpa santan. Jika ingin kuah bersantan, gunakan
santan yang sangat encer. Santan kental lebih banyak mengandung lemak. Sebelum
berangkat ke masjid untuk shalat isya’ dan tarawih minum segelas air dan bawalah
bekal sebotol air putih ke masjid. Carilah masjid yang agak jauh dari rumah,
sehingga perlu berjalan kaki minimal 15 menit . Makin jauh makin baik sehingga
lebih mudah haus karena berjalan kaki.
Setiba di masjid minum sebagian air di botol. Selanjutnya minum
sedikit-sedikit pada saat mendengarkan khotbah dan sesudah shalat. Lakukan
dengan cara tidak mencolok, misalnya, letakkan botol dalam kantung kain dan
minum menggunakan sedotan. Tutup botol dengan baik dan pastikan tidak tumpah. Tetap
minum meskipun tidak haus dan minumlah lebih banyak pada saat haus. Saat berjalan pulang hingga sampai di rumah,
habiskan air di botol.
Di rumah, makan buah dan minum air secukupnya. Satu jam sebelum tidur
minum segelas susu. Saat sahur makan
dengan sayur berkuah. Setelah sahur minum segelas air. Terakhir, beberapa menit
sebelum imsak minum segelas air.
Pola di atas hanya contoh. Setiap orang dapat menyesuaikan dengan pola
masing-masing. Prinsipnya asalkan dapat memenuhi kebutuhan cairan bagi tubuh.
Tidak hanya dengan air putih, asupan cairan bagi tubuh dapat dilengkapi dengan
konsumsi buah yang banyak mengandung air.
Buah-buahan seperti timun suri, semangka, melon, blewah, yang selalu
banyak pada bulan Ramadhan dapat dimanfaatkan. Juga berbagai jenis buah lainnya
yang berkadar air cukup tinggi. Rasanya segar dan juicy. (Titi Surya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar