Kemajuan peradaban manusia selalu
ditandai dengan adanya penemuan-penemuan baru teknologi yang mempermudah
manusia melakukan sesuatu. Dari hal yang paling sederhana hingga yang
tercanggih, dari jaman pra sejarah hingga era ultramodern. Inovasi teknologi
tak pernah berhenti, terus berkembang dari waktu ke waktu. Semua mengarah pada
peningkatan efektifitas dan efisiensi, Sesuatu dibuat makin cepat, makin
praktis, makin mudah, makin nyaman dan sebagainya. Contoh, komputer pertama di
dunia berukuran sebesar rumah. Penemuan-penemuan berikutnya menciptakan
komputer dengan ukuran semakin kecil, hingga bisa digenggam. Makin praktis,
mudah dibawa dan makin nyaman menggunakannya. Contoh lain, perkembangan
teknologi dibidang otomotif. Perusahaan produsen motor dan mobil di manapun
selalu berlomba membuat produknya makin hari makin irit bahan bakar, makin
cepat laju, makin mudah penggunaannya. Dari mobil berbahan bakar solar sampai
BBM beroktan tinggi, dari sistem manual sampai otomatik. Demikian pula motor.
Bukan hanya teknologi mesinnya yang makin canggih, dan efisien, penampilan juga
dibuat makin gaya. Disainnya makin menarik dan makin nyaman bagi pengendara. Teknologi
komunikasi, teknologi pertanian, teknologi industri, semua terus
berkembang. Pendeknya, semua aspek
kehidupan manusia makin dipermudah dengan penemuan baru terus menerus. Sehingga
saat ini kita terbiasa dengan sesuatu yang serbacepat, serbamudah dan praktis,
serbaseketika, serbainstsan.
Teknologi serbainstan sangat populer dalam bidang
pangan. Dalam kondisi manusia dituntut lebih efisien dalam penggunaan waktu,
mereka memerlukan segala sesuatu dilakukan secara cepat, termasuk makan. Hal ini mendorong para pengelola rumah
makan menciptakan sistem cepat saji dalam melayani pelanggan. Pelanggan tak
perlu menunggu lama untuk mendapatkan makanan (kecuali jika antriannya sangat
panjang). Produk pangan untuk konsumsi rumahan juga mengalami instanisasi.
Berbagai bahan pangan saat ini bisa didapat dalam bentuk tepung siap olah,
hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan
bahan penunjang lain jadilah makanan dalam waktu singkat. Produk pangan siap saji hanya memerlukan waktu
beberapa menit untuk menyiapkannya, praktis caranya tanpa repot. Ada yang cukup
direbus atau dipanaskan dalam oven. Produk-produk seperti mie sampai bumbu
masak racikan, cake dan puding, piza, popcorn, dan banyak lagi. Semuanya
instan.
Kebiasaan serbainstan mempengaruhi pola pikir dan
perilaku orang sehingga melakukan hal-hal yang salah kaprah. Fakta bahwa tidak
ada cara instan yang aman untuk melangsingkan tubuh tidak menyurutkan orang
mencoba cara-cara instan yang belum tentu aman. Ingin kaya secara instan
mendorong orang melakoni cara-cara yang tak masuk akal, melalui dunia ghaib
atau klenik. Sebagian orang memperoleh kekayaan dengan cara melanggar hukum.
Mencurangi, mencuri, menipu, merampas hak orang lain. Betapa banyak kita dengar
kasus pelanggaran hukum, dari maling sepeda sampai korupsi trilyunan rupiah.
Dalam bidang kecantikan banyak
orang terkecoh oleh iming-iming iklan produk yang dapat memutihkan kulit dalam
waktu hanya beberapa minggu atau setelah sekian kali pemakaian. Mereka mungkin
kurang cermat memerhatikan kata-kata “ tampak lebih putih” atau “terasa lebih
lembut” itu hanyalah sugesti yang sengaja ditanamkan ke benak konsumen. Beberapa
produk mungkin berkwalitas baik dan aman bagi konsumen, tetapi lebih banyak
produk sejenis yang diproduksi secara sembarangan dengan dasar pengetahuan dan
kemampuan seadanya, serta tidak ada jaminan produk itu efektif dan aman bagi
penggunanya. Tentu saja kita harus berhati-hati terhadap produk seperti ini. Konsumen yang kritis dan rasional tidak akan
mudah percaya janji-janji muluk iklan produk atau sekadar “kata orang.” Dia
akan mencermati apa saja yang terkandung dalam produk, juga mencari tahu
fakta-fakta ilmiah tentang memutihkan kulit. Dengan begitu dia menemukan bahwa
memutihkan kulit memerlukan proses dan waktu, tidak sesederhana dan sesingkat seperti
yang digambarkan iklan produk. Ini
sekadar contoh. Begitulah sikap yang benar terhadap setiap penawaran produk.
Segala sesuatu yang salah sasaran
dan salah guna pasti berdampak negatif. Demikian pula prinsip serbainstan, jika
diterapkan secara proposional akan bermanfaat. Tetapi jika diterapkan bukan
pada tempatnya akan merugikan. Pilihan kembali kepada kita.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar