Bagi ibu rumah tangga, cabai bukan benda asing. Apalagi bagi penyuka rasa pedas pada makanan. Sampai-sampai ada orang yang tidak nafsu makan jika tidak ada rasa cabai dalam makanannya. Disadari atau tidak, cabai ternyata memang dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu cabai juga bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa diantaranya adalah :
- Meningkatkan metabolisme
- Mencegah perut kembung
- Memperlancar BAB
- Menyembuhkan luka iris. Jika jari Anda secara tidak sengaja teriris pada saat memasak, pada umumnya Anda akan mencari obat merah untuk menyembuhkannya. Namun walaupun Anda telah member obat merah pada luka, rasa sakit/nyeri tetap saja berasa kuat. Alternatif obat merah yang tidak hanya mencegah infeksi tapi juga segera meredakan rasa nyeri dan pendarahan sehingga mempercepat proses penyembuhan adalah cabe merah. Caranya, adalah cabai merah dikeringkan kemudian ditumbuk sampai halus. Setelah itu ditaburkan pada luka-luka. Bubuk cabai tersebut tidak akan membuat perih luka Anda. Justru sebaliknya, cabai akan menghentikan dengan cepat nyeri dan pendarahan yang ada. Ini disebabkan karena adanya zat capsaicin pada cabai merah yang menghilangkan rasa sakit.
- Mengurangi risiko kanker, karena mengandung antioksidan.
- Meredakan pilek. Karena cabe mengandung zat capsaicin yang dapat mengencerkan lender, sehingga lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.
- Meredakan demam tinggi. Dibandingkan dengan pengobatan konvensional, mengatasi demam tinggi dengan cabe merupakan solusi alternatif yang mudah, murah dan cepat. Tapi yang dugunakan bukan buah cabenya tapi daunnya. Caranya, pertama ambil segenggam daun cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 sendok minyak selada dan campurkan kedua bahan ini sampai rata. Setelah itu tempelkan ramuan pada ubun-ubun atau dibalurkan pada seluruh badan. Selimuti badan penderita dengan selimut yang tebal. Tak berapa lama, badan akan mengeluarkan keringat, sehingga panas badan akan menurun dengan cepat.
- Meringankan keluhan sakit kepala. Pernah dengar kan nasihat kalau pusing, makan yang pedas-pedas? Nasihat itu ada benarnya karena rasa pedas yang ditimbulkan capsaicin dapat menghalangi aktivitas otak ketika menerima sinyak rasa sakit dari pusat sistem saraf. Terhambatnya perjalanan sinyal ini akan mengurangi rasa sakit yang kita derita. Selain itu cabai berkhasiat juga untuk meredakan migrain.
- Meningkatkan nafsu makan. Karena capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan. Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah.
Harga Cabai, Antisipasi Sekaligus Peluang Bisnis
Jika harga cabai naik cukup signifikan pembeli pasti bingung.Tetapi bukan hanya pembeli, pedagang pun bingung. Coba simak berita dari detik.com di bawah ini :
Pedagang Pasar Bingung Harga Cabai Naik Jadi Rp 25 Ribu/Kg
Economy Tue, 03 Jul 2012 15:05:00 WIB
Zulfi Suhendra - detikfinance
Jakarta - Harga cabai di beberapa kota mulai merangkak naik dan menyebabkan inflasi melonjak di Juni. Di pasar, harga cabai merah mencapai Rp 25 ribu per kg. Pedagang pun bingung penyebabnya.
Dari pantauan detikFinance di Pasar Ariat, kawasan Mampang, Jakarta Selatan, harga cabai merah naik Rp 5 ribu per kg dalam beberapa hari ini. "Cabai kerting merah sekilo Rp 25 ribu, naik minggu ini sekitar 7 hari yang lalu. Biasanya kita jual Rp 20 ribu, kita nggak tahu gara-gara apa. Naik dari sananya," ungkap Awa seorang perdagang di pasar itu kepada detikFinance, Selasa (3/7/12).
"Cabai rawit juga naik lagi nih, asalnya kita jual Rp 16 ribu, sekarang sudah Rp 20 ribu, pasokan sih ada saja, lancar saja," ungkapnya.
Kondisi ini dikhawatirkan akan lebih parah pada bulan puasa nanti. Awa menuturkan harga beberapa bahan pangan ini biasanya akan kembali naik pada bulan puasa. "Puasa biasanya yang sudah-sudah naik lagi, cabai keriting yang Rp 25 ribu ini bisa sampai Rp 40 ribu, bahkan bisa lebih, tahun kemarin saja Rp 70 ribuan. Cabai rawit merah, biasanya Rp 20 ribu pas puasa Rp 60 ribu. Kalau rawit hijau sih standar saja," pungkasnya.
Jakarta - Harga cabai di beberapa kota mulai merangkak naik dan menyebabkan inflasi melonjak di Juni. Di pasar, harga cabai merah mencapai Rp 25 ribu per kg. Pedagang pun bingung penyebabnya.
Dari pantauan detikFinance di Pasar Ariat, kawasan Mampang, Jakarta Selatan, harga cabai merah naik Rp 5 ribu per kg dalam beberapa hari ini. "Cabai kerting merah sekilo Rp 25 ribu, naik minggu ini sekitar 7 hari yang lalu. Biasanya kita jual Rp 20 ribu, kita nggak tahu gara-gara apa. Naik dari sananya," ungkap Awa seorang perdagang di pasar itu kepada detikFinance, Selasa (3/7/12).
"Cabai rawit juga naik lagi nih, asalnya kita jual Rp 16 ribu, sekarang sudah Rp 20 ribu, pasokan sih ada saja, lancar saja," ungkapnya.
Kondisi ini dikhawatirkan akan lebih parah pada bulan puasa nanti. Awa menuturkan harga beberapa bahan pangan ini biasanya akan kembali naik pada bulan puasa. "Puasa biasanya yang sudah-sudah naik lagi, cabai keriting yang Rp 25 ribu ini bisa sampai Rp 40 ribu, bahkan bisa lebih, tahun kemarin saja Rp 70 ribuan. Cabai rawit merah, biasanya Rp 20 ribu pas puasa Rp 60 ribu. Kalau rawit hijau sih standar saja," pungkasnya.
Kenaikan harga cabai seperti itu selalu terjadi menjelang hari-hari perayaan seperti Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri dan Idul Adha. Menjelang Hari Idul Ifitri bahkan harga cabai sudah naik tiga sampai dua pekan sebelum bulan puasa. Seperti berita di atas. Jika demikian, berarti kita bisa mengantisipasi agar kenaikan harga cabai tidak terlalu besar dampaknya bagi kita. Caranya :
- Mengurangi konsumsi cabai.
- Membeli cabai dalam jumlah banyak selagi murah, kemudian mengeringkannya. Cabai kering dapat disimpan dalam bentuk cabai utuh atau cabai bubuk. Cabe kering utuh hanya perlu direndam dalam air panas jika akan digunakan.
- Membuat sambal dalam jumlah banyak. Ada banyak jenis sambal, anda tinggal memilih sesuai selera. Yang penting adalah bahan sambal harus matang, bisa direbus atau digoreng. Kemudian setelah dibuat sambal dimasak lagi, bisa dikukus atau digoreng. Dalam masa penyimpanan harus dimasak lagi satu atau dua minggu sekali, bisa dikukus atau digoreng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar