Jumat, 06 Juli 2012

HARGA

Ramadhan sudah dekat. Sudah banyak tandanya. Iklan sirup di tv, orang mulai sibuk pesan tiket mudik, pemerintah di sepanjang jalur mudik sibuk memperbaiki jalan. Brosur dan leaflet promosi kue lebaran mulai bertebaran, penawaran baju muslim makin marak. Harga bahan makanan di pasar mulai naik. Harga telur, daging, gula, dll. Hari ini harga daging sapi sudah 85 ribu rupiah sekilo. Kata tukang daging minggu depan bisa naik lagi sampai lebih dari 100 ribu sekilo. “Haha...nggak usah makan daging,” katanya.  Ada benarnya juga Pak Tukang Daging itu.  Bila harga daging mahal, beralihlah ke ayam, ikan, tahu, tempe. Kerang juga masih terjangkau. Masih banyak bahan lauk yang lain. Ya, itu bisa untuk kebutuhan menu makanan sehari-hari. Bagaimana dengan menu Lebaran?
Justru Lebaran masih beberapa minggu lagi, harga bahan makanan pasti sedang mahal-mahalnya. Sedangkan menu Lebaran yang sudah menjadi tradisi tampaknya tidak bisa dikurangi. Jadi, bagaimana menyiasatinya?  Pertanyaan bagus. Para ibu memang dihadapkan pada pilihan yang serbasulit. Para pedagang tahu betul hal itu. Mereka dengan ‘kejam’ menaikkan harga, aji mumpung sedang banyak permintaan. Berapapun harganya tetap habis diserbu pembeli.  Maka para ibu lah yang harus pandai-pandai menyiasati.  Berikut beberapa cara di antaranya :
  1. Beli sekarang  selagi harganya belum naik lagi. Gula pasir, gula merah, sirup dapat dibeli sekarang atau bertahap sepekan-sepekan,  untuk kebutuhan selama bulan Ramadhan hingga lebaran.  Juga minyak goreng, mentega dan terigu.Tetapi  ini tidak berarti menimbun dalam jumlah berlebihan. Beli secukupnya sesuai  kebutuhan. Pertimbangkan ada banyak orang lain juga membutuhkan barang yang sama.
  2. Daging sapi, hati sapi, serta daging ayam, hati dan ampela ayam dapat dibekukan di freezer hingga Lebaran. Menjelang Lebaran pada saat harga daging di pasar tradisional  melambung,  harga daging di supermarket menjadi lebih murah. Tetapi harap berhati-hati,  ada kemungkinan penggunaan bahan pengawet berbahaya. Saya pernah membeli daging ayam di supermarket satu hari sebelum Lebaran, esoknya ketika selubung plastik dibuka, langsung tercium bau formalin. Akhirnya daging ayam itu harus dibuang dan menjadi mubazir. Karena itu lebih aman kita sendiri menyimpan daging beku.
  3. Selama bulan Ramadhan, semakin mendekati Lebaran, harga kelapa segar dan santan kelapa instan, baik yang berbentuk bubuk maupun cair, juga naik. Ada baiknya membeli lebih awal santan kemasan secukupnya untuk persediaan. Kurangi konsumsi santan selama bulan Ramadhan. Menu berbuka dibuat lebih beragam sehingga tidak selalu menggunakan santan.  Terlalu banyak santan juga dapat menambah berat badan.
  4. Di antara bahan sayuran yang bisa disimpan adalah kentang. Belilah kentang yang belum dicuci. Biasanya banyak ada di pasar tradisional. Kebanyakan kentang yang dijual di supermarket sudah dicuci bersih, tetapi akibatnya rentan terhadap ulat dan mudah busuk. Simpan kentang di tempat kering dalam wadah berlubang-lubang, beri alas kertas coklat atau koran. Biarkan wadah dalam keadaan terbuka.
  5. Menyimpan bawang merah, bawang bombay dan bawang putih juga sama dengan cara menyimpan kentang. Bawang masih berkulit (tidak dikupas), simpan dalam wadah berlubang-lubang beralas kertas. Simpan di tempat kering dan biarkan wadah terbuka, atau tutupnya juga berlubang-lubang. Prinsipnya, tetap ada sirkulasi udara.  Jauhkan dari garam, karena garam membuat bawang mudah busuk. Juga jagan dicampur bumbu lain yang mudah busuk seperti jeruk atau tomat. Sebaiknya tidak menyimpan bawang di kulkas, karena aroma bawang akan mencemari seluruh isi kulkas. Jika disimpan di kulkas dalam wadah tertutup rapat, justru akan membuat bawang mudah busuk.
  6. Harga cabai juga mulai naik dan akan melambung satu dua hari menjelang Lebaran.  Belilah lebih awal. Cabai dapat disimpan dalam bentuk cabai kering utuh atau bubuk. Cabai kering utuh hanya perlu direndam air panas, dikukus, atau direbus sebentar sebelum digunakan.
Tak perlu panik mengadapi gejolak harga menjelang bulan Ramadhan hingga Lebaran. Kita bisa menyiasati sesuai kebutuhan dan kemampuan.***






                                                                                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar