Luar biasa.......bau keringatku! Menyebabkan polusi udara pada radius dua meter, mungkin lebih. Kasihan orang-orang di sekitarku. Apa boleh buat, sudah kadung. Ini karena aku tidak menyiapkan pakaian ganti. Mulanya kupikir tidak perlu. Toh, aku berencana langsung pulang usai bermain tenis. Yang tidak kuperhitungkan adalah .......ya itu tadi : bau keringat. Keringat membuat pakaianku lembab kemudian menyebarkan bau apek. Sepanjang perjalanan pulang aku serbasalah, tak nyaman. Kuperhatikan gelagat orang-orang di sekitarku di antrian bus, di dalam bus yang berpendingin, di angkot. Tidak ada yang luar biasa. Mereka biasa-biasa saja, tenang-tenang saja. Alhamdulillah, rupanya cuma kekhawatiranku saja yang agak berlebihan soal bau keringat itu. Atau karena mereka pandai mengendalikan diri, sehingga meskipun tercium bau apek dari tubuhku mereka tetap bisa bersikap tenang. Apapun itu, yang penting tidak terjadi sesuatu yang mempermalukanku gara-gara bau keringat.
Perkara main tenis ini bukan cuma soal berkeringat dan baunya. Lebih dari itu, ini soal rangkaian aksi dari suatu proses transformasi yang sedang berjalan. Beberapa aksi yang dilakukan secara simultan. Berupa aksi yang berbeda, di titik yang berbeda, tetapi di antara aksi-aksi itu saling mempengaruhi, saling mendukung. Main tenis hanyalah satu aksi di antaranya. Aksi lain berupa pengaturan jadwal tidur, pengaturan pola makan dan sebagainya adalah komponen lainnya. Semuanya ditata ulang untuk membentuk satu sistem.Setiap komponen di dalam sistem diaktifkan dan didorong menjadi lebih produktif, diarahkan menuju satu titik tujuan. Jika dianalogikan dengan mesin mobil yang setiap komponennya berkerja sebagaimana mestinya, maka mobil akan bergerak maju. Begitulah dampak yang diharapkan dari proses transformasi ini, bergerak maju dengan akselerasi semakin tinggi dari waktu ke waktu. Seperti bola salju yang semakin besar seiring pergerakannya menggelinding dari atas bukit ke bawah.
Hal penting yang harus kuperhatikan agar proses transformasi ini efektif adalah keyakinan. Makin besar keyakinanku bahwa tujuanku realistis dan dapat kucapai, makin besar semangat dan daya juang untuk bekerja, beraksi. Daya juang untuk bersedia melakukan apapun yang diperlukan demi mencapai tujuan. What ever it takes. Bersedia bekerja lebih keras, berkorban lebih banyak, bangkit lagi setiap kali gagal, pantang menyerah. Kemudian hal terpenting dan tersulit adalah konsistensi. Istiqomah. Bola saljuku harus terus bergulir. Ia hanya berhenti sejenak setiap mencapai tujuan antara, kemudian bergulir lagi menuju tujuan berikutnya. Tujuan yang juga semakin besar dari satu titik ke titik berikutnya. Tanpa konsistensi semua bisa sia-sia, atau mulai lagi dari awal. Banyak orang yang berhenti melangkah pada langkah ke 99 dari 100 langkah yang harus ditempuhnya untuk meraih tujuan. Aku akan terus melangkah hingga 100, 200, 300 dan seterusnya hingga ribuan. Aku hanya perlu mengalahkan diriku sendiri dalam perlombaan ini. Kali ini akulah yang akan menang.
Dengan begitu, soal keringat, soal nafas tersengal-sengal di lapangan, soal panas dan sorot sinar matahari yang menyengat, soal pegal-linu sesudah bermain tenis bukanlah apa-apa. Itu takkan membuatku berhenti. Semua itu hanya sebagian kecil dari harga yang harus kubayar untuk tujuan yang tak terhingga nilainya. Menjadi pemenang dari pertarungan aku melawan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar