Sabtu, 16 Juni 2012

KONTEMPLASI

Orang yang merasa masih hijau akan tumbuh menjadi ranum dan matang, orang yang merasa sudah matang tinggal menunggu saatnya membusuk. Begitu kata-kata bijak yang pernah kudengar. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Itu kata-kata bijak lainnya. Dua kalimat bijak itu sesuai benar dengan yang sedang terjadi pada diriku.

Tiga tahun lagi usiaku setengah abad. Mestinya di usia ini aku tinggal menikmati hasil kerja keras selama 30 tahun sebelumnya. Seperti orang lain yang sejak muda kerja keras demi mencapai cita-cita atau tujuan mereka. Itu karena mereka tahu betul tujuannya, apa yang harus dilakukan dan bagaimana mencapai tujuan. Aku hingga kini masih harus bekerja keras, tetapi belum sampai kemana pun. Cita-citaku hanya tinggal kenangan, hidupku mengalir tanpa arah. Karenanya aku belum menghasilkan karya apapun, belum berguna bagi siapa pun, bahkan untuk diriku sendiri. Aku ternyata hanya bertambah tua, tetapi tidak bertumbuh dewasa. Padahal, menjadi dewasa adalah pilihan.

Beruntung, sebelum telanjur "membusuk" aku "menemukan cermin" yang dapat menunjukkan bagian diriku yang berhenti bertumbuh.  Kemudian, aku memutuskan, aku memilih untuk membuatnya bangun, bangkit, bertumbuh. Kini aku punya cita-cita baru, harapan baru, tujuan yang jelas, realistis dan sangat dekat, seolah-olah hanya berjarak sejangkauan tangan.

Setahap demi setahap aku harus menjalani proses untuk mencapai tujuan. Yang menarik, untuk itu aku harus belajar dan berlatih. Ini membuatku merasa hidup lagi, dari awal. Seperti buah yang masih kecil, hijau, rasanya masih asam dan pahit, banyak getah. Itu berarti aku masih punya kesempatan untuk tumbuh, kan?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar